MENANGKAP IDE, MERANGKAI CERITA, BERKARYA BERSAMA ASUS VIVOBOOK



Alhamdulillah, hari ini aku mendapat kesempatan untuk hadir di acara Media Gathering ASUS yang diselenggarakan di JW Marriott Surabaya.

Buatku, acara ini bukan cuma sekadar gathering, tapi juga menjadi momen untuk mengenal lebih jauh berbagai inovasi laptop dari ASUS, terutama lini Vivobook.

Menariknya, Vivobook terasa cukup relevan dengan aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja, belajar, mencari inspirasi, sampai menuangkan ide dan membuat berbagai karya maupun konten.

Senang banget bisa mendapatkan insight baru sekaligus melihat lebih dekat bagaimana teknologi bisa mendukung aktivitas dan kreativitas kita sehari-hari.

Hal yang paling menarik dari acara kali ini adalah aku nggak hanya mendapat informasi lewat presentasi. Kami juga diberi kesempatan untuk melihat lebih dekat sekaligus mencoba langsung beberapa laptop ASUS yang diperkenalkan.

Buat aku yang cukup sering menggunakan laptop untuk bekerja sekaligus membuat konten, pengalaman seperti ini terasa lebih nyata. Jadi bukan hanya mengetahui spesifikasi di atas kertas, tapi aku juga bisa melihat langsung bagaimana desain, ukuran, dan feel dari masing-masing laptop ketika digunakan.


                    Bersama Blogger Surabaya


ASUS — No. 1 Quality & Service

Sesi berikutnya diawali dengan pembahasan mengenai ASUS dan komitmennya dalam menghadirkan produk yang nggak hanya mengutamakan teknologi, tetapi juga kualitas serta pelayanan kepada penggunanya.

Melalui tema “No. 1 Quality & Service”, ASUS menyoroti tiga hal penting yang menjadi fokus mereka: kualitas produk laptop, layanan ASUS, serta beragam pilihan perangkat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Menurutku, hal ini cukup relevan karena kebutuhan setiap orang saat menggunakan laptop memang berbeda. Ada yang fokus untuk bekerja, belajar, maupun berkarya dan membuat konten.

Dari penjelasan yang aku dapatkan, ASUS mengangkat tema “No. 1 Quality & Service” yang berfokus pada tiga hal utama: kualitas produk, layanan ASUS, dan pilihan laptop yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Menurutku, ini menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan. Saat memilih laptop, tentu spesifikasi menjadi bagian yang cukup penting. Tapi di sisi lain, laptop juga biasanya menemani aktivitas kita selama bertahun-tahun. Jadi, adanya layanan purnajual dan perlindungan perangkat juga menjadi pertimbangan yang nggak kalah penting.

ASUS sendiri menyediakan berbagai pilihan garansi dan layanan untuk produk-produknya, tentunya menyesuaikan dengan seri dan model laptop yang digunakan.

Dari pemaparan ini, aku juga semakin melihat bahwa setiap lini laptop ASUS memiliki target penggunaan yang berbeda-beda. Ada yang dirancang untuk menunjang pekerjaan, ada pilihan untuk kebutuhan belajar para pelajar, dan sekarang juga semakin banyak perangkat yang sudah menghadirkan kemampuan AI untuk membantu berbagai aktivitas penggunanya.

Jadi, tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan dan aktivitas masing-masing.


ASUS Vivobook 14, Teman untuk Aktivitas Kerja Sehari-hari

Dari beberapa produk yang diperkenalkan, ASUS Vivobook 14 menjadi salah satu yang cukup menarik perhatianku.

Vivobook 14 hadir dengan konsep yang menurutku cukup pas untuk kebutuhan kerja. Desainnya terlihat simple, profesional, tapi tetap punya sentuhan modern, jadi cocok digunakan baik saat bekerja di meja maupun ketika harus membawanya untuk bekerja di luar.

Pilihan warnanya juga cukup beragam. Ada Cool Silver, Terra Cotta, dan Quiet Blue. Jadi, nggak melulu harus memilih warna laptop yang terlihat formal seperti silver atau hitam.

Untuk Vivobook 14 A1407, pilihannya juga cukup fleksibel karena tersedia dalam beberapa platform prosesor, mulai dari Intel, Snapdragon, hingga AMD, tergantung konfigurasi yang dipilih.

Salah satu varian yang diperkenalkan menggunakan Intel Core Ultra 5 225H, dipadukan dengan RAM 16 GB DDR5 dan SSD 512 GB. Sementara untuk layarnya, laptop ini membawa ukuran 14 inci dengan resolusi WUXGA dan rasio 16:10.

Kalau dari sudut pandangku sebagai pengguna yang cukup sering bekerja menggunakan laptop, ukuran 14 inci terasa seperti pilihan yang pas. Nggak terlalu besar untuk dibawa bepergian, tapi tetap memberikan ruang layar yang nyaman untuk bekerja, membuka beberapa kebutuhan sekaligus, maupun mengerjakan konten.

Jadi, bukan hanya soal spesifikasi, tapi bagaimana sebuah laptop bisa terasa praktis dan mendukung aktivitas kita sehari-hari.

Kalau melihat dari sisi penggunaan sehari-hari, salah satu konfigurasi Vivobook 14 A1407 dibekali Intel Core Ultra 5 225H, RAM 16 GB DDR5, dan SSD 512 GB. Layarnya berukuran 14 inci dengan resolusi WUXGA dan rasio 16:10.

Menurutku, ukuran layar seperti ini cukup ideal untuk kebutuhan kerja. Area tampilannya masih nyaman ketika digunakan untuk membuka dokumen, browsing, atau menjalankan aplikasi pekerjaan, sementara dimensinya tetap praktis ketika harus dibawa berpindah-pindah.

Untuk pengguna yang cukup mobile, bobot sekitar 1,46 kg pada konfigurasi tertentu juga membuatnya terasa lebih mudah untuk dibawa menemani aktivitas di luar rumah maupun kantor.

Yang menarik, perhatian ASUS juga nggak berhenti di performa. Untuk kebutuhan meeting online dan komunikasi, beberapa konfigurasi Vivobook 14 sudah dilengkapi kamera FHD, privacy shutter, serta fitur AI Noise Cancellation.

Fitur seperti ini menurutku cukup relevan, apalagi sekarang aktivitas kerja nggak selalu dilakukan dari satu tempat. Meeting bisa dilakukan dari kantor, rumah, coffee shop, atau bahkan saat sedang bepergian.

Jadi, Vivobook 14 bukan sekadar perangkat untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dirancang untuk mengikuti berbagai aktivitas digital yang semakin beragam—mulai dari bekerja, meeting, berkomunikasi, sampai membuat konten.


Vivobook Go 14, Ringan untuk Menemani Aktivitas Belajar

Selain Vivobook 14, ada juga ASUS Vivobook Go 14 (E1404F) yang diperkenalkan untuk kebutuhan pelajar.

Dari pertama melihatnya, kesan yang aku dapat adalah laptop ini dibuat dengan konsep yang praktis, simpel, dan mudah dibawa. ASUS sendiri memposisikannya sebagai “Laptop Pelajar Terbaik”, dan menurutku konsep tersebut cukup menggambarkan kebutuhan pengguna yang ingin perangkat untuk menunjang aktivitas belajar sehari-hari.

Untuk pilihan spesifikasinya, beberapa varian Vivobook Go 14 menggunakan AMD Ryzen 3 7320U, dengan RAM 8 GB dan SSD 256 GB.

Selain spesifikasi, ada juga beberapa detail kecil yang menurutku justru cukup berguna dalam penggunaan sehari-hari. Misalnya webcam privacy shield untuk memberikan privasi tambahan saat kamera tidak digunakan, serta engsel yang bisa dibuka hingga 180 derajat.

Melihat keseluruhan konsepnya, Vivobook Go 14 memang terasa dibuat sebagai perangkat yang simpel dan ringan. Cocok untuk menemani berbagai aktivitas belajar tanpa membuat pengguna merasa terbebani oleh perangkat yang berat untuk dibawa ke mana-mana.


Vivobook 14, Kini Hadir dengan Teknologi AI

Kalau sebelumnya kita melihat Vivobook dari sisi kebutuhan kerja dan belajar, ASUS juga mulai membawa teknologi AI ke lini Vivobook 14 terbaru.

Salah satu yang menarik perhatianku adalah ASUS Vivobook 14 A/M1407 karena pilihan platform prosesornya cukup beragam. Dalam acara tersebut diperkenalkan beberapa pilihan yang menggunakan Intel, Snapdragon, maupun AMD.

Untuk seri Vivobook 14 M1407, misalnya, tersedia konfigurasi dengan AMD Ryzen AI 5 340, RAM 16 GB DDR5, dan SSD 512 GB.

Yang membuatnya semakin menarik, model ini juga masuk dalam kategori Copilot+ PC, dengan kemampuan NPU hingga 50 TOPS.

Menurutku, kehadiran AI di laptop seperti ini menjadi hal yang menarik karena penggunaan laptop sekarang bukan lagi sekadar untuk mengetik dokumen atau browsing. Aktivitas digital semakin berkembang, termasuk kebutuhan untuk bekerja lebih efisien, mencari ide, hingga membuat berbagai karya dan konten.

Jadi, teknologi AI yang mulai hadir di lini Vivobook ini terasa seperti langkah ASUS untuk menghadirkan laptop yang nggak hanya mengikuti kebutuhan saat ini, tetapi juga mempersiapkan pengguna untuk cara bekerja dan berkarya yang semakin berkembang.

Salah satu hal yang menarik adalah bobotnya yang berada di sekitar 1,38 kg. Dengan ukuran dan bobot seperti ini, laptop terasa lebih praktis untuk menemani aktivitas di sekolah, kampus, perpustakaan, maupun ketika harus berpindah tempat.

Dari pilihan warna, Vivobook Go 14 juga nggak terlihat monoton. Tersedia Cool Silver, Grey Green, dan Mixed Black. Untuk seri ini, ASUS bahkan menjadikan Grey Green sebagai hero color, sehingga memberikan pilihan tampilan yang sedikit berbeda dari laptop pada umumnya.

Kalau membayangkan penggunaannya, menurutku laptop seperti ini cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan pelajar. Mulai dari mengerjakan tugas, membuat presentasi, mencari referensi untuk belajar, mengikuti kelas online, sampai sekadar menikmati hiburan setelah semua tugas selesai.

Jadi, buat pelajar yang membutuhkan laptop dengan konsep ringan, praktis, dan serbaguna, Vivobook Go 14 bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.

Untuk pilihan berbasis Snapdragon, ASUS menghadirkan Snapdragon X yang dipadukan dengan RAM 16 GB LPDDR5X, sementara kapasitas penyimpanannya tersedia hingga 1 TB.

Melihat perkembangan laptop saat ini, menurutku teknologi AI memang menjadi salah satu hal yang semakin menarik untuk diperhatikan. AI sudah mulai menjadi bagian dari berbagai aktivitas yang kita lakukan sehari-hari, termasuk dalam dunia kerja dan pembuatan konten.

Buat pekerja maupun content creator, kehadiran AI tentunya bisa membantu beberapa aktivitas, terutama yang berkaitan dengan produktivitas dan proses pengolahan konten.

Tapi kalau dari sudut pandangku, teknologi seperti ini akan terasa lebih berarti ketika benar-benar menjadi alat bantu dalam menyelesaikan pekerjaan, bukan hanya sekadar fitur yang terdengar menarik karena angka spesifikasinya.

Karena pada akhirnya, secanggih apa pun teknologinya, yang paling penting tetap bagaimana teknologi tersebut bisa memberikan manfaat dan membuat aktivitas pengguna menjadi lebih terbantu.


Nggak Sekadar Melihat, Tapi Bisa Mencoba Langsung

Satu hal yang menurutku membuat acara ASUS kali ini terasa lebih menarik adalah kami nggak hanya mendapatkan penjelasan mengenai produk dan spesifikasinya.

Aku juga mendapat kesempatan untuk berinteraksi dan mencoba langsung beberapa perangkat yang diperkenalkan.

Buatku, pengalaman seperti ini cukup berbeda. Karena dari situ kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih nyata mengenai bagaimana sebuah laptop terasa ketika digunakan, bukan hanya berdasarkan informasi yang disampaikan saat presentasi.


Bukan Cuma Soal Spesifikasi, Pengalaman Langsung Juga Penting

Salah satu bagian yang paling berkesan buatku dari acara ASUS kali ini adalah ketika mendapat kesempatan untuk melihat dan mencoba langsung produk-produknya.

Selama ini, kalau mencari laptop, kita mungkin terbiasa melihat review atau membaca spesifikasi di internet. Dari sana kita bisa mengetahui banyak hal, mulai dari jenis prosesor, kapasitas RAM dan penyimpanan, ukuran layar, sampai bobot perangkat.

Tapi ternyata ada pengalaman yang nggak bisa sepenuhnya didapat hanya dari membaca spesifikasi.

Ketika melihat produknya secara langsung, aku bisa lebih memperhatikan detail desain, ukuran saat digunakan, serta kenyamanan tampilan dan bentuknya. Hal-hal sederhana seperti ini ternyata cukup berpengaruh ketika kita membayangkan laptop tersebut digunakan setiap hari.

Dari pengalaman mencoba langsung ini, aku jadi semakin merasa bahwa memilih laptop bukan berarti harus selalu mengejar spesifikasi yang paling tinggi.

Yang nggak kalah penting adalah menemukan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan, nyaman digunakan, dan benar-benar bisa menunjang aktivitas kita sehari-hari.


Setiap Pengguna Punya Kebutuhan yang Berbeda

Setelah melihat beberapa pilihan Vivobook yang diperkenalkan, aku semakin melihat bahwa kebutuhan setiap pengguna memang nggak bisa disamakan.

Untuk pelajar, misalnya, laptop yang ringan dan praktis tentu akan lebih memudahkan aktivitas seperti mengerjakan tugas dan belajar. Sementara untuk pekerja, kenyamanan saat menggunakan laptop dalam waktu lama serta kemampuan mendukung berbagai aktivitas produktivitas menjadi hal yang penting.

Sedangkan bagi content creator, kebutuhan perangkat biasanya lebih dinamis karena aktivitasnya bisa berubah-ubah, mulai dari mencari ide, mengolah materi, sampai menghasilkan konten.

Karena itu, menurutku keberagaman pilihan di lini Vivobook justru menjadi salah satu hal yang menarik. Pengguna bisa lebih leluasa mencari perangkat yang paling sesuai dengan aktivitas dan kebutuhannya masing-masing.


Bukan Sekadar Informatif, Tapi Juga Seru

Selain mendapatkan berbagai informasi mengenai produk ASUS, suasana acara kali ini juga terasa cukup interaktif.

Salah satu sesi yang membuat acara semakin hidup adalah Kahoot, di mana para peserta bisa ikut menjawab dan berpartisipasi secara langsung.

Jadi, sepanjang acara nggak hanya diisi dengan pemaparan mengenai produk, tetapi juga ada aktivitas yang membuat peserta lebih aktif dan suasananya terasa semakin seru dan menyenangkan.

Menurutku, adanya sesi interaktif seperti ini membuat suasana product gathering jadi terasa lebih hidup. Peserta nggak hanya duduk dan menyimak presentasi, tetapi juga bisa ikut berpartisipasi dan menikmati jalannya acara.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian acara dan mencoba beberapa laptop secara langsung, aku merasa mendapatkan gambaran yang jauh lebih utuh tentang lini Vivobook dari ASUS.

Mulai dari Vivobook Go 14 yang dirancang untuk kebutuhan pelajar, Vivobook 14 yang mendukung aktivitas kerja, sampai seri Vivobook 14 terbaru yang sudah menawarkan pilihan prosesor dengan kemampuan AI.

Dari semua yang aku lihat, satu hal yang cukup menarik adalah masing-masing laptop punya karakter dan sasaran pengguna yang berbeda. Jadi, menurutku memilih laptop bukan soal siapa yang punya spesifikasi paling tinggi, tetapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola aktivitas kita.

Dan buatku pribadi, kesempatan mencoba langsung berbagai laptop ASUS memberikan perspektif baru. Laptop ternyata bukan hanya alat untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga bisa menjadi partner untuk belajar, mencari ide, berkomunikasi, berkreasi, dan menghasilkan karya.

Pulang dari acara ini, rasanya bukan cuma membawa informasi baru tentang produk, tapi juga mendapatkan insight bahwa teknologi yang tepat bisa membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman dan produktif.

Pada akhirnya, laptop bukan cuma soal layar, prosesor, atau kapasitas penyimpanan.

Satu perangkat bisa menjadi teman untuk belajar, bekerja, meeting, membuat konten, mencari inspirasi, sampai menyelesaikan berbagai aktivitas sehari-hari.

Setelah melihat dan mencoba langsung beberapa pilihan Vivobook, aku semakin yakin bahwa memilih laptop sebaiknya bukan dimulai dari pertanyaan, “Mana yang spesifikasinya paling tinggi?”

Tapi justru dari pertanyaan yang lebih sederhana:

“Laptop ini akan aku gunakan untuk apa?”

Karena kebutuhan setiap orang berbeda, dan laptop yang tepat bukan selalu yang paling tinggi spesifikasinya, tetapi yang paling mampu mengikuti kebutuhan, aktivitas, dan cara kita berkarya.

Jadi, sebelum memilih laptop, kenali dulu kebutuhanmu. Setelah itu, biarkan spesifikasinya mengikuti.

ASUS Vivobook — siap menemani setiap ide menjadi karya.

Komentar

Postingan Populer